Ditulis oleh Sirikit Syah

Nilai Berita

Di dunia media massa, ada yang disebut standar jurnalistik (standard of journalism), yaitu kaidah-kaidah yang harus dilakukan oleh wartawan, misalnya mengungkapkan fakta, bukan opini atau asumsi; cover both sides, bukannya one-sided. Biasanya organisasi wartawan kemudian menjabarkan standard of journalism (yang digabung dengan code of conduct) ke dalam kode etik jurnalistik. Di Indonesia saat ini setidaknya terdapat 4 jenis kode etik jurnalistik yang terdokumentasi dan dikenal luas, yaitu Kode Etik Wartawan Indonesia, Kode Etik PWI, Kode Etik AJI, dan Kode Etik IJTI. (lagi…)

Oleh M Badri

Jurnalisme lingkungan dapat didefinisikan sebagai proses kerja jurnalisme melalui pengumpulan, verifikasi, distribusi dan penyampaian informasi terbaru berkaitan dengan berbagai peristiwa, kecenderungan, dan permasalahan masyarakat, yang berhubungan dengan dunia non-manusia di mana manusia berinteraksi didalamnya.

Dalam interaksi antarkomponen lingkungan, wartawan diharapkan harus “memihak” kepada proses-proses yang meminimalkan dampak negatif kerusakan lingkungan hidup. Oleh sebab itu, wartawan lingkungan perlu menumbuhkan sikap: (lagi…)

Oleh : Muh. Irfan Handeputra *

Pengenalan

Menurut John Palen dari Department of Journalism,
Universitas Michigan Tengah, dalam papernya mengenai “membentuk
masyarakat jurnalisme lingkungan”, Jurnalisme Lingkungan muncul ketika
para jurnalis harus mengemukakan permasalahan-permasalahan berkaitan
dengan lingkungan seperti dioxin, kabut asap, satwa terancam punah
serta pemanasan bumi. (lagi…)

Sep2008 Filed under: Uncategorized Author: heu

Pada 22 April, 38 tahun lalu, ratusan ribu orang berkumpul di Fifth Avenue, New York, Amerika Serikat, untuk menyuarakan pentingnya pelestarian lingkungan hidup bagi kehidupan.

Tanggal itu lantas disepakati sebagai Hari Bumi yang diperingati hingga kini. Aksi tersebut menandai babak baru dari gerakan lingkungan yang lebih terorganisasi, kritis, massal dan berpengaruh. Demonstrasi fenomenal itu tidak muncul begitu saja tetapi setelah melalui pergulatan panjang yang lantas memunculkan kesadaran baru di berbagai kalangan masyarakat, termasuk kalangan pers. (lagi…)

Bandarlampung – Sebanyak empat orang crew TV ANTARA (ANTARA TV News milik LKBN ANTARA) dari Jakarta, selama beberapa hari sejak Sabtu (13/9) akhir pekan lalu, berada di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), di Kabupaten Lampung Timur (Lamtim), antara lain untuk mengekspose potensi wisata alam dan daya tarik wisata salah satu hutan hujan tropis tersisa dalam taman nasional di Provinsi Lampung itu. (lagi…)

Tanggal 11-14 September 2008 di Norwegia akan diselenggarakan Global Investigative Journalism Conference. Diperkirakan sekitar 500 jurnalis dari berbagai negara akan datang dan berbagi pengalaman bagaimana menginvestigasi berbagai isu. Ini sebuah peluang bagi teman-teman jurnalis yang pernah membuag investigative reporting dan berminat berbagi pengalaman, di bawah ada informasi akan ada peluang mendapatkan grant untuk berangkat ke Norway . (lagi…)

Sebuah komunitas baru yang komitmen dengan penangan perubahan iklim di Indonesia bernama Jaringan Masyarakat Indonesia untuk Perubahan Iklim (JAMPI) atau Indonesian Soceity for Climate Change (IStoCC) resmi berdiri pada tanggal 8 Juni 2008, yang diawali sebuah pertemuan nasional mendorong partisipasi masyarakat dalam penanganan perubahan iklim yang berlangsung pada tanggal 7-8 Juni 2008 di Hotel Atlet Century Jakarta yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup yang dihadiri oleh multistakeholder di Indonesia. (lagi…)

PERKEMBANGAN
sastra di Indonesia tentu tidak bisa dilepaskan dari adanya peran
media. Media dan sastra ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa
dipisahkan. Sejarah media (tertulis/tercetak) dimulai ketika Gutenberg
berhasil menciptakan mesin cetak. Sejak itulah mulai bermunculan
pengarang-pengarang dengan karya-karya mereka. Berbagai media yang
bermunculan turut membidani lahirnya pengarang-pengarang hebat dan
memprakarsai terbentuknya sejarah literasi, termasuk di Indonesia. (lagi…)

Dalam setahun, menurut dia, mereka membutuhkan 16 juta meter kubik kayu untuk membuat 2 juta ton bubur kertas.
Jakarta, Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Riau Johny S. Mundung kemarin bersaksi dalam sidang gugatan perdata oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) terhadap Koran Tempo. Ia menilai berita Koran Tempo tentang pembalakan liar di Riau benar adanya. “Dari citra satelit, luas hutan di sana dari 9,2 juta hektare sekarang tinggal 1,2 juta hektare,” ujar Johny di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Johny mengatakan pembalakan liar diduga melibatkan dua perusahaan bubur kertas dan anak usahanya di Riau. Dalam setahun, menurut dia, mereka membutuhkan 16 juta meter kubik kayu untuk membuat 2 juta ton bubur kertas. (lagi…)

Jakarta – Sekitar seratus orang dari Komite Anti-Penghancuran Hutan Indonesia, yang merupakan para penggiat lingkungan dan kebebasan pers, berunjuk rasa di depan kantor perusahaan milik Sukanto Tanoto, PT Riau Andalan Pulp & Paper, di Jalan Teluk Betung, Jakarta Pusat. Dalam orasi kemarin para pengunjuk rasa menentang aksi pembalakan liar. (lagi…)

Halaman Berikutnya »