Info Green Press Simpul


Sebuah komunitas baru yang komitmen dengan penangan perubahan iklim di Indonesia bernama Jaringan Masyarakat Indonesia untuk Perubahan Iklim (JAMPI) atau Indonesian Soceity for Climate Change (IStoCC) resmi berdiri pada tanggal 8 Juni 2008, yang diawali sebuah pertemuan nasional mendorong partisipasi masyarakat dalam penanganan perubahan iklim yang berlangsung pada tanggal 7-8 Juni 2008 di Hotel Atlet Century Jakarta yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup yang dihadiri oleh multistakeholder di Indonesia. (lagi…)

Dalam setahun, menurut dia, mereka membutuhkan 16 juta meter kubik kayu untuk membuat 2 juta ton bubur kertas.
Jakarta, Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Riau Johny S. Mundung kemarin bersaksi dalam sidang gugatan perdata oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) terhadap Koran Tempo. Ia menilai berita Koran Tempo tentang pembalakan liar di Riau benar adanya. “Dari citra satelit, luas hutan di sana dari 9,2 juta hektare sekarang tinggal 1,2 juta hektare,” ujar Johny di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Johny mengatakan pembalakan liar diduga melibatkan dua perusahaan bubur kertas dan anak usahanya di Riau. Dalam setahun, menurut dia, mereka membutuhkan 16 juta meter kubik kayu untuk membuat 2 juta ton bubur kertas. (lagi…)

Jakarta – Sekitar seratus orang dari Komite Anti-Penghancuran Hutan Indonesia, yang merupakan para penggiat lingkungan dan kebebasan pers, berunjuk rasa di depan kantor perusahaan milik Sukanto Tanoto, PT Riau Andalan Pulp & Paper, di Jalan Teluk Betung, Jakarta Pusat. Dalam orasi kemarin para pengunjuk rasa menentang aksi pembalakan liar. (lagi…)

Kendari, Greenpress- Guna menumbuhkan kecintaan lingkungan dikalangan pelajar dan memeriahkan hari lingkungan hidup sedunia tanggal 5 Juni mendatang, Bapedalda Sultra bekerjasama dengan organisasi wartawan yaitu AJI Kendari dan Green Press Kendari akan mengadakan lomba menulis lingkungan tingkat pelajar (SD, SLTP, SMU dan sederajat) se-Kota Kendari. (lagi…)

Kendari, Greenpress-  Tahun ini Provinsi Sulawesi Tenggara dipastikan akan ikut berpartisipasi dalam Pekan Lingkungan Indonesia (PLI) tanggal 5-8 Juni 2008 di Jakarta Convention Center.


Hal itu diungkapkan Sekertaris Bapedalda Rajab Silondae ditemui di ruang kerjanya kemarin,”Bapedalda sebagai institusi leading kegiatan di Provinsi Sulawesi Tenggara hingga saat ini telah menyiapkan berbagai hal, antara lain menggelar pertemuan dengan institusi terkait pada tanggal 5 Juni 2008 di aula kantor Bapedalda Sultram,”katanya. (lagi…)

Peringatan Hari Bumi di Kota Kendari dilakukan dengan cara mematikan mesin kendaraan selama beberapa menit dan pembagian bibit pohon kepada pengguna jalan. Tak tanggung-tanggung peringatan hari bumi di bumi anoa itu dipimpin langsung oleh pihak Polresta Kendari bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari, Green Press Kendari, Mahacala Universitas Haluoleo dan BP DAS Sampara Sultra. (lagi…)

Kapanlagi.com – Asisten Deputi Urusan Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan Kementrian Lingkungan Hidup, Ir Bambang Widyantoro mengatakan, saat ini isu lingkungan hidup masih merupakan isu pinggiran.
 ”Isu lingkungan hidup belum merupakan faktor prioritas dalam penetapan kebijakan publik,” katanya pada acara Lokakarya Peningkatan Kapasitas Kelompok Wartawan Lingkungan “Green Press” di Kendari, Kamis.
 Menurut dia, adanya kondisi tersebut karena dukungan masyarakat terhadap usaha pelestarian lingkungan hidup, khususnya di tingkat legislatif masih kurang. Keadaan dan Permasalahan yang sama hampir dapat ditemui di beberapa daerah di Indonesia.
Oleh karena itu, katanya, Kantor Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) sangat menaruh perhatian akan hal tersebut, antara lain dengan mengajak wartawan untuk berperan serta dalam usaha pelestarian lingkungan hidup.
Menurut dia, KLH melihat wartawan mempunyai peran yang penting, sehingga terbangun kesadaran dan kemauan publik untuk bertindak. Wartawan mempunyai kesempatan dan kemampuan untuk mengangkat isu lingkungan sehingga mampu menarik perhatian masyarakat luas.
Ia mengatakan, gerakan wartawan lingkungan seperti yang tergabung dalam Green Press sekarang ini diharapkan berperan sebagai “pressure group” terhadap lembaga eksekutif dan legislatif agar lembaga itu dalam penetapan kebijakan selalu mempertimbangkan kepentingan publik.
Selain meningkatkan kapasitasnya dalam substansi pemberitaan, katanya, KLH juga mendorong wadah wartawan lingkungan ini untuk mengembangkan jejaring dengan berkomunikasi dengan lembaga lain, baik perkumpulan wartawan maupun lembaga lain terkait.
“Perlu penekanan kepada masyarakat bahwa memperbaiki kualitas lingkungan adalah juga meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.
 Kegiatan Lokakarya Peningkatan Kapasitas Wartawan Lingkungan atas kerjasama dengan Kelompok Green Press Kendari diikuti peserta dari kalangan wartawan media cetak dan elektornik serta pers mahasiswa.
Lokakarya yang berlangsung selama dua hari itu menampilkan nara sumber dari Asisten Deputi Urusan Masyarakat Perkotaan, Bapedalda Sultra, akademisi serta wartawan lingkungan dari Jakarta. Selain kegiatan diskusi, juga para wartawan melakukan kunjungan lapangan sekaligus mencari dan menulis berita tentang hasil pengamatan tersebut. (*/erl) terbit : Kamis, 07 Juli 2005  http://www.kapanlagi.com/h/0000071501.html

Tadi pagi (21/2) saya sempat komunikasi dengan rekan Masrafi, jurnalis Antara Sulawesi Barat (Sulbar) yang juga koordinator Green Press Sulbar via sms. Ia mengabarkan saat ini Green Press Sulbar sementara diperkuat terus kapasitas teman wartawan di Majene Provinsi Sulawesi Barat dalam peliputan lingkungan. Ia mengharapkan bisa bekerjasama dengan Green Press Jakarta dalam penguatan wartawan lingkungan. Sukses buat kegiatan kawan-kawan Green Press Sulbar dalam mengawal informasi lingkungan di sana. (Marwan)