<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Info Kegiatan LH</title>
	<atom:link href="http://greenpressnetwork.wordpress.com/kegiatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://greenpressnetwork.wordpress.com</link>
	<description>(Environment Journalist Association)</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Nov 2009 04:14:09 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: najmuddin mohammad rasul</title>
		<link>http://greenpressnetwork.wordpress.com/kegiatan/#comment-101</link>
		<dc:creator>najmuddin mohammad rasul</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 04:40:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://greenpressnetwork.wordpress.com/kegiatan/#comment-101</guid>
		<description>perlu penanaman seribu pohon di kompleks perumahan universitas andalas, gadut, Padang SUMBAR</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>perlu penanaman seribu pohon di kompleks perumahan universitas andalas, gadut, Padang SUMBAR</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: marwanazis</title>
		<link>http://greenpressnetwork.wordpress.com/kegiatan/#comment-48</link>
		<dc:creator>marwanazis</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 07:30:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://greenpressnetwork.wordpress.com/kegiatan/#comment-48</guid>
		<description>Konsep Foto

    *

      Ide Foto

Menyampaikan pesan positif tentang lingkungan yang bersifat menggugah khalayak, berupa visualisasi sikap ramah lingkungan. Bisa berupa kampanye, pendidikan lingkungan, dan aktivitas ramah lingkungan.


Target Audience

Karya kami bertujuan mengkomunikasikan pesan lingkungan terhadap khalayak dengan batasan

Demografi:

    *

      Jenis kelamin : Pria-Wanita
    *

      Umur : 18-25, 25-45
    *

      SES : A, B, C1
    *

      Pendidikan : SMA – perguruan tinggi

Psikografi: Memiliki ketertarikan terhadap bentuk visual dan berpikiran terbuka, serta cenderung menganalisa bentuk visual.


Daftar Konsep Foto

   1.

      Pikirkan Bumi Sebelum Menghadapi Pemanasan Global

Deskripsi Pesan:

Kepala sebagai tempat otak untuk berpikir, digambar peta dunia (globe) mewakili bumi, bernuansa hitam putih menggambarkan masa lalu. Wajah yang digambar globe berwarna merah, diartikan sebagai kondisi manusia yang terancam menghadapi pemanasan global. Mengajak audiens berpikir tentang bumi yang kita tinggali sebelum menghadapi pemanasan global.s

Konsep Umum:

Gambar bagian belakang dari kepala manusia yang dilukis peta dunia(Globe), dan wajah manusia di lukis peta dunia bernuansa merah, dalam satu frame foto. Pada bagian kepala, pewarnaan foto dibuat hitam putih.

Lokasi : Indoor

Properti:

          *

            Background Biru dengan latar belakang awan.
          *

            Lighting 3 buah; 500WS 1buah, 300WS 2bh.

Make Up:

Cat; Cat tembok, warna Merah 1 Liter, Hijau 1 Liter, Biru 1 Liter, Hitam 1 Liter, Putih 1 Liter. Kuas 5 buah. Spidol hitam 5 Buah.

Pemeran:

Gambar kepala: Pria/wanita berkepala plontos

Gambar Muka: Wanita berwajah menarik.

Ekspresi, Gerak dan Pose:

Muka: menatap kosong dan tajam, dalam tekanan. Pose tegap.

Kepala: Pose Tegap.




   2.

      Sampah, Pertimbangkanlah Sebelum Membesar

Deskripsi Pesan:

Gambaran dari sampah yang akan membesar di kemudian hari. Merangsang audiens memaknai pesan visual, dan diharapkan audiens dapat menyikapi sampah dan permasalahannya.

Konsep Umum:

Gambar Kereta bayi yang diisi sampah, didorong oleh seorang ibu (cropping di leher)

Lokasi : Outdoor, trotoar / pinggir jalan.

Properti:

          *

            Kereta Bayi
          *

            1 Kantong ukuran besar berisi sampah kemasan makanan / minuman, merk’nya disamarkan.
          *

            2 Buah Flash Eksternal untuk mengisi bayangan (tentative)


Wardrobe:

Long Dress / Daster, Warna merah

Pemeran:

Wanita pendorong kereta bayi, tidak ada kriteria khusus.

Ekspresi, Gerak dan Pose:

Muka: menatap kosong dan tajam, dalam tekanan. Pose tegap.

Kepala: Pose Tegap.




   3.

      Lihat dan pikirkan Bumi

Deskripsi Pesan:

Lirikan mata ke arah jidat(kepala bagian depan) yang digambar globe, diartikan sebagai contoh bagi audiens untuk ikut serta melihat dan memikirkan kondisi “Bumi Kita”.

Konsep Umum:

Gambar muka manusia berkepala botak(plontos) yang kepalanya dilukis peta dunia(Globe), mata pemeran melirik ke bagian atas ke arah lukisan globe.

Lokasi : Indoor

Properti:

          *

            Background hitam.
          *

            Lighting 3 buah; 500WS 1buah, 300WS 2bh.

Make Up:

Cat; Cat tembok, warna Merah 1 Liter, Hijau 1 Liter, Biru 1 Liter, Hitam 1 Liter, Putih 1 Liter. Kuas 5 buah. Spidol hitam 5 Buah.

Pemeran:

Gambar kepala: Pria/wanita berkepala plontos, berwajah menarik.

Ekspresi, Gerak dan Pose:

Muka: melirik, mencari tahu apa yang ada di atas kepala.

Kepala: Pose menengadah.




   4.

      Perspektif Hijau

Deskripsi Pesan:

Lirikan mata secara simbolik diartikan sudut pandang manusia, dengan lensa kontak berwarna hijau diartikan sebagai cara pandang ramah lingkungan.

Konsep Umum:

Gambar lirikan mata manusia yang menggunakan contact lens berwarna hijau (cropping di bagian mata). Diberi film strip pada bagian atas dan bawah mata(tentative, bisa menggunakan olah digital).

Lokasi : Indoor

Properti:

          *

            Background biru
          *

            Lighting 3 buah; 500WS 1buah, 300WS 2bh.

Wardrobe dan Make Up:

Lensa kontak warna hijau. Make up(hanya pada bagian mata dan sekitarnya) sedikit glamour, eye shadow, Bulu mata palsu(tentative) untuk menutupi kekurangan talent di bagian mata. Film Strip(tentative).

Pemeran:

Wanita bermata indah

Ekspresi, Gerak dan Pose:

Melirik Nakal ke arah kanan subjek.




   5.

      Penyelamat Lingkungan, versi Tanam Pohon

Deskripsi Pesan :

Bidadari dengan segala kesempurnaannya, menanam pohon sebagai contoh bagi khalayak.

Konsep Umum:

Gambar seorang bidadari lengkap dengan perniknya, sedang menanam pohon.

Lokasi : Outdoor, Padang pasir

Properti:

          *

            Bibit pohon keras.
          *

            Flash eksternal untuk mengisi bayangan (tentative)

Wardrobe dan Make Up:

Make up normal-minimalis, eye shadow, untuk menutupi kekurangan talent.

Pemeran:

Wanita, cantik, menarik, bertubuh proporsional.

Ekspresi, Gerak dan Pose:

Menatap bibit pohon penuh harapan, menanam sepenuh hati. 
(http://centricfoto.multiply.com/journal/item/1/environment_campaign_photo_concept)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Konsep Foto</p>
<p>    *</p>
<p>      Ide Foto</p>
<p>Menyampaikan pesan positif tentang lingkungan yang bersifat menggugah khalayak, berupa visualisasi sikap ramah lingkungan. Bisa berupa kampanye, pendidikan lingkungan, dan aktivitas ramah lingkungan.</p>
<p>Target Audience</p>
<p>Karya kami bertujuan mengkomunikasikan pesan lingkungan terhadap khalayak dengan batasan</p>
<p>Demografi:</p>
<p>    *</p>
<p>      Jenis kelamin : Pria-Wanita<br />
    *</p>
<p>      Umur : 18-25, 25-45<br />
    *</p>
<p>      SES : A, B, C1<br />
    *</p>
<p>      Pendidikan : SMA – perguruan tinggi</p>
<p>Psikografi: Memiliki ketertarikan terhadap bentuk visual dan berpikiran terbuka, serta cenderung menganalisa bentuk visual.</p>
<p>Daftar Konsep Foto</p>
<p>   1.</p>
<p>      Pikirkan Bumi Sebelum Menghadapi Pemanasan Global</p>
<p>Deskripsi Pesan:</p>
<p>Kepala sebagai tempat otak untuk berpikir, digambar peta dunia (globe) mewakili bumi, bernuansa hitam putih menggambarkan masa lalu. Wajah yang digambar globe berwarna merah, diartikan sebagai kondisi manusia yang terancam menghadapi pemanasan global. Mengajak audiens berpikir tentang bumi yang kita tinggali sebelum menghadapi pemanasan global.s</p>
<p>Konsep Umum:</p>
<p>Gambar bagian belakang dari kepala manusia yang dilukis peta dunia(Globe), dan wajah manusia di lukis peta dunia bernuansa merah, dalam satu frame foto. Pada bagian kepala, pewarnaan foto dibuat hitam putih.</p>
<p>Lokasi : Indoor</p>
<p>Properti:</p>
<p>          *</p>
<p>            Background Biru dengan latar belakang awan.<br />
          *</p>
<p>            Lighting 3 buah; 500WS 1buah, 300WS 2bh.</p>
<p>Make Up:</p>
<p>Cat; Cat tembok, warna Merah 1 Liter, Hijau 1 Liter, Biru 1 Liter, Hitam 1 Liter, Putih 1 Liter. Kuas 5 buah. Spidol hitam 5 Buah.</p>
<p>Pemeran:</p>
<p>Gambar kepala: Pria/wanita berkepala plontos</p>
<p>Gambar Muka: Wanita berwajah menarik.</p>
<p>Ekspresi, Gerak dan Pose:</p>
<p>Muka: menatap kosong dan tajam, dalam tekanan. Pose tegap.</p>
<p>Kepala: Pose Tegap.</p>
<p>   2.</p>
<p>      Sampah, Pertimbangkanlah Sebelum Membesar</p>
<p>Deskripsi Pesan:</p>
<p>Gambaran dari sampah yang akan membesar di kemudian hari. Merangsang audiens memaknai pesan visual, dan diharapkan audiens dapat menyikapi sampah dan permasalahannya.</p>
<p>Konsep Umum:</p>
<p>Gambar Kereta bayi yang diisi sampah, didorong oleh seorang ibu (cropping di leher)</p>
<p>Lokasi : Outdoor, trotoar / pinggir jalan.</p>
<p>Properti:</p>
<p>          *</p>
<p>            Kereta Bayi<br />
          *</p>
<p>            1 Kantong ukuran besar berisi sampah kemasan makanan / minuman, merk’nya disamarkan.<br />
          *</p>
<p>            2 Buah Flash Eksternal untuk mengisi bayangan (tentative)</p>
<p>Wardrobe:</p>
<p>Long Dress / Daster, Warna merah</p>
<p>Pemeran:</p>
<p>Wanita pendorong kereta bayi, tidak ada kriteria khusus.</p>
<p>Ekspresi, Gerak dan Pose:</p>
<p>Muka: menatap kosong dan tajam, dalam tekanan. Pose tegap.</p>
<p>Kepala: Pose Tegap.</p>
<p>   3.</p>
<p>      Lihat dan pikirkan Bumi</p>
<p>Deskripsi Pesan:</p>
<p>Lirikan mata ke arah jidat(kepala bagian depan) yang digambar globe, diartikan sebagai contoh bagi audiens untuk ikut serta melihat dan memikirkan kondisi “Bumi Kita”.</p>
<p>Konsep Umum:</p>
<p>Gambar muka manusia berkepala botak(plontos) yang kepalanya dilukis peta dunia(Globe), mata pemeran melirik ke bagian atas ke arah lukisan globe.</p>
<p>Lokasi : Indoor</p>
<p>Properti:</p>
<p>          *</p>
<p>            Background hitam.<br />
          *</p>
<p>            Lighting 3 buah; 500WS 1buah, 300WS 2bh.</p>
<p>Make Up:</p>
<p>Cat; Cat tembok, warna Merah 1 Liter, Hijau 1 Liter, Biru 1 Liter, Hitam 1 Liter, Putih 1 Liter. Kuas 5 buah. Spidol hitam 5 Buah.</p>
<p>Pemeran:</p>
<p>Gambar kepala: Pria/wanita berkepala plontos, berwajah menarik.</p>
<p>Ekspresi, Gerak dan Pose:</p>
<p>Muka: melirik, mencari tahu apa yang ada di atas kepala.</p>
<p>Kepala: Pose menengadah.</p>
<p>   4.</p>
<p>      Perspektif Hijau</p>
<p>Deskripsi Pesan:</p>
<p>Lirikan mata secara simbolik diartikan sudut pandang manusia, dengan lensa kontak berwarna hijau diartikan sebagai cara pandang ramah lingkungan.</p>
<p>Konsep Umum:</p>
<p>Gambar lirikan mata manusia yang menggunakan contact lens berwarna hijau (cropping di bagian mata). Diberi film strip pada bagian atas dan bawah mata(tentative, bisa menggunakan olah digital).</p>
<p>Lokasi : Indoor</p>
<p>Properti:</p>
<p>          *</p>
<p>            Background biru<br />
          *</p>
<p>            Lighting 3 buah; 500WS 1buah, 300WS 2bh.</p>
<p>Wardrobe dan Make Up:</p>
<p>Lensa kontak warna hijau. Make up(hanya pada bagian mata dan sekitarnya) sedikit glamour, eye shadow, Bulu mata palsu(tentative) untuk menutupi kekurangan talent di bagian mata. Film Strip(tentative).</p>
<p>Pemeran:</p>
<p>Wanita bermata indah</p>
<p>Ekspresi, Gerak dan Pose:</p>
<p>Melirik Nakal ke arah kanan subjek.</p>
<p>   5.</p>
<p>      Penyelamat Lingkungan, versi Tanam Pohon</p>
<p>Deskripsi Pesan :</p>
<p>Bidadari dengan segala kesempurnaannya, menanam pohon sebagai contoh bagi khalayak.</p>
<p>Konsep Umum:</p>
<p>Gambar seorang bidadari lengkap dengan perniknya, sedang menanam pohon.</p>
<p>Lokasi : Outdoor, Padang pasir</p>
<p>Properti:</p>
<p>          *</p>
<p>            Bibit pohon keras.<br />
          *</p>
<p>            Flash eksternal untuk mengisi bayangan (tentative)</p>
<p>Wardrobe dan Make Up:</p>
<p>Make up normal-minimalis, eye shadow, untuk menutupi kekurangan talent.</p>
<p>Pemeran:</p>
<p>Wanita, cantik, menarik, bertubuh proporsional.</p>
<p>Ekspresi, Gerak dan Pose:</p>
<p>Menatap bibit pohon penuh harapan, menanam sepenuh hati.<br />
(<a href="http://centricfoto.multiply.com/journal/item/1/environment_campaign_photo_concept" rel="nofollow">http://centricfoto.multiply.com/journal/item/1/environment_campaign_photo_concept</a>)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Marwan Azis (Greenpress)</title>
		<link>http://greenpressnetwork.wordpress.com/kegiatan/#comment-14</link>
		<dc:creator>Marwan Azis (Greenpress)</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 13:49:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://greenpressnetwork.wordpress.com/kegiatan/#comment-14</guid>
		<description>MEMPERINGATI HARI MASYARAKAT ADAT NUSANTARA

 

Dialog Publik dan Pemutaran Film
Diselenggarakan bersama oleh
Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN)
dan
Ford Foundation (FF)

Jakarta, 10 Maret 2008

Kepada Rekan-Rekan yang Terhormat,

Tanggal 17 Maret merupakan hari yang sangat penting bagi Masyarakat Adat di seluruh Nusantara Indonesia. Pada tanggal inilah, 9 tahun yang lalu, 17 Maret 1999, sejumlah Masyarakat Adat dari berbagai wilayah di Indonesia berkumpul di Jakarta dan mendeklarasikan Hari Kebangkitan Masyarakat Adat di negara ini.

Untuk memperingati hari yang bersejarah ini, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dan The Ford Foundation (FF) dengan hormat, mengundang anda untuk menghadiri dan berpartisipasi dalam Dialog Publik dan Pemutaran Film tentang Situasi Masyarakat Adat di Indonesia. Acara ini akan dilaksanakan pada :

Tempat         : S. Widjojo Auditorium (di samping kantor Ford Foundation) S. Widjojo Centre, lt 11
Jl. Jend. Sudirman Kav. 71 Jakarta Selatan
Hari/Tanggal   : Senin, 17 Maret 2008
Waktu           : 08.00 – 13.00 WIB

Presentasi khusus akan disampaikan terkait dengan Hutan Adat dan perannya dalam Keamanan Pangan (food security), Mitigasi Perubahan Iklim dan Identitas Budaya serta Pengurangan Konflik di Indonesia.

 

Demikian undangan dari kami. Atas kehadiran dan partisipasi anda dalam acara ini, kami mengucapkan terimakasih. Untuk konfirmasi, silakan menghubungi Sdri. Rainny Natalia,            HP : 0812 1100303
Salam Hormat,

Abdon Nababan                                                     
Secretary General of AMAN                                  

A l i a n s i  M a s y a r a k a t  A d a t  N u s a n t a r a

&quot;Berdaulat secara Politik, Mandiri Secara Ekonomi, dan Bermartabat secara Budaya&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>MEMPERINGATI HARI MASYARAKAT ADAT NUSANTARA</p>
<p>Dialog Publik dan Pemutaran Film<br />
Diselenggarakan bersama oleh<br />
Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN)<br />
dan<br />
Ford Foundation (FF)</p>
<p>Jakarta, 10 Maret 2008</p>
<p>Kepada Rekan-Rekan yang Terhormat,</p>
<p>Tanggal 17 Maret merupakan hari yang sangat penting bagi Masyarakat Adat di seluruh Nusantara Indonesia. Pada tanggal inilah, 9 tahun yang lalu, 17 Maret 1999, sejumlah Masyarakat Adat dari berbagai wilayah di Indonesia berkumpul di Jakarta dan mendeklarasikan Hari Kebangkitan Masyarakat Adat di negara ini.</p>
<p>Untuk memperingati hari yang bersejarah ini, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dan The Ford Foundation (FF) dengan hormat, mengundang anda untuk menghadiri dan berpartisipasi dalam Dialog Publik dan Pemutaran Film tentang Situasi Masyarakat Adat di Indonesia. Acara ini akan dilaksanakan pada :</p>
<p>Tempat         : S. Widjojo Auditorium (di samping kantor Ford Foundation) S. Widjojo Centre, lt 11<br />
Jl. Jend. Sudirman Kav. 71 Jakarta Selatan<br />
Hari/Tanggal   : Senin, 17 Maret 2008<br />
Waktu           : 08.00 – 13.00 WIB</p>
<p>Presentasi khusus akan disampaikan terkait dengan Hutan Adat dan perannya dalam Keamanan Pangan (food security), Mitigasi Perubahan Iklim dan Identitas Budaya serta Pengurangan Konflik di Indonesia.</p>
<p>Demikian undangan dari kami. Atas kehadiran dan partisipasi anda dalam acara ini, kami mengucapkan terimakasih. Untuk konfirmasi, silakan menghubungi Sdri. Rainny Natalia,            HP : 0812 1100303<br />
Salam Hormat,</p>
<p>Abdon Nababan<br />
Secretary General of AMAN                                  </p>
<p>A l i a n s i  M a s y a r a k a t  A d a t  N u s a n t a r a</p>
<p>&#8220;Berdaulat secara Politik, Mandiri Secara Ekonomi, dan Bermartabat secara Budaya&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: greenpressnetwork</title>
		<link>http://greenpressnetwork.wordpress.com/kegiatan/#comment-11</link>
		<dc:creator>greenpressnetwork</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Feb 2008 05:07:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://greenpressnetwork.wordpress.com/kegiatan/#comment-11</guid>
		<description>Training Jurnalisme Investigatif  Lingkungan  
Jakarta, 21-25 April 2008
 

    * trainer internasional : Dale Willman (radio), Jim Simon (cetak), Inge Altemeier (tv)

    * ide investigasi terbaik memenangkan dana bantuan liputan

    * insentif bagi yang berhasil menyelesaikan liputan investigatif pasca pelatihan dalam periode waktu tertentu

    * deadline aplikasi : 7 Maret 2008  

Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) kembali menyelenggarakan Training Jurnalisme Investigatif kali ini khusus bertema lingkungan hidup.
 
Para trainer internasional berpengalaman di bidang investigasi lingkungan hidup akan langsung membimbing peserta dalam  training di Jakarta tanggal 21 – 25 April 2008. Mereka adalah Dale A Willman (radio), Jim Simon (cetak), Inge Altemeier (tv). Melalui diskusi, simulai dan praktek trainer akan membantu setiap peserta dalam menajamkan ide liputan investigatif bidang lingkungan hidup yang diajukan peserta.
 
Tujuan akhir dari pelatihan adalah membuat peserta memiliki rencana dan persiapan matang untuk melakukan liputan investigatifnya sekembali ke media masing-masing.
 
PPMN akan memberikan insentif khusus bagi jurnalis yang berhasil menyelesaikan liputan investigatif setelah pelatihan dalam periode waktu tertentu.
 
Peserta adalah jurnalis Indonesia yang bekerja full time/free lance dari media cetak/online, tv dan radio berpengalaman minimal 3 tahun.
 
Kirimkan lamaran dengan syarat-syarat sebagai berikut ;
 
-          cv / biodata
-          surat referensi (min. 2 buah)
-          copy contoh-contoh karya jurnalistik
-          ide rencana peliputan investigatif yang akan dikerjakan setelah training
 
Biaya training *) :  Rp 500.000
 
Kirimkan syarat-syarat pendaftaran ke Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara, Jl. Utan Kayu 68H Jakarta Timur 13120 atau e-mail : info.ppmn@yahoo. com paling lambat tanggal 7 Maret 2008  
 
 
Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (Indonesian Association for Media Development) adalah lembaga yang menjalankan program-program nonprofit untuk pengembangan profesionalisme media dan perluasan akses informasi di Indonesia dan kawasan Asia.  Informasi : Vera/Cecil : 021-68594538, 021-98279935.
 
Panitia menanggung biaya akomodasi dan transportasi peserta.
 
*) Tersedia 4 bea siswa untuk peserta  yang keberatan terhadap biaya training.
Lampirkan surat permohonan bea siswa bersama lamaran yang dikirim.
 
 
Sekilas tentang para trainer :
 
Dale Willman
Dale Willman berpengalaman 30 tahun sebagai jurnalis. Sepuluh tahun di antaranya ia bekerja pada National Public Radio Washington D.C. dan memperoleh Peabody Award.   Saat bekerja di CNN Radio liputan investigatifnya “Broadway’s Dirty Little Secret” menyabet penghargaan Edward R Murrow. Laporan yang dimuat berseri ini bercerita tentang masalah lingkungan yang ditimbulkan dari pertunjukan Broadway Walt Disney,  Beauty and the Beast. Dale juga tercatat sebagai satu-satunya wartawan lingkungan di sepanjang sejarah CNN Radio.
 
Dale banyak memberi kuliah tentang jurnalisme lingkungan. Pernah memberikan pelatihan jurnalisme lingkungan di Belize, Thailand dan Bolivia. Ia juga mendirikan dan mengelola situs jurnalisme lingkungan www.fieldnotes. tv untuk mendukung para jurnalis meliput isu-isu lingkungan.  Dale menjadi pengurus sejumlah organisasi jurnalis lingkungan dan anggota Society of Environmental Journalist.
 
Jim Simon
Jim Simon bekerja lebih dari 20 tahun sebagai jurnalis di Seattle Times, salah satu koran daerah terbesar di Amerika. Jabatannya kini adalah wakil pemimpin redaksi  membawahi 55 reporter dan 12 editor. Selama karirnya sebagai reporter lingkungan ia menulis berbagai kasus  mulai dari pembalakan liar sampai satwa langka yang terancam hingga soal dampak lingkungan perburuan paus secara tradisional.
 
Beberapa kali Jim menjadi trainer pada pelatihan jurnalisme lingkungan dan soal etik di berbagai kota di Indonesia. Pernah memberi kuliah di Universitas Padjajaran soal in-depth report bertema lingkungan dan kesehatan. Juga memberi kuliah jurnalistik di sejumlah universitas Amerika.
 
Karya jurnalistik Jim Simon dua kali masuk nominasi Pulitzer Prize tahun 1990 dan 1998. Prestasinya yang lain adalah menjadi co winner National Press Club dan Scripps Howard National Journalism awards untuk liputan bidang lingkungan tahun 1999 dan memenangkan John B Oakes award setahun sebelumnya juga untuk liputan bertema lingkungan.
 
Inge Altemeier
Inge Altemeier tinggal di Jerman. Dia dikenal sebagai produser yang berpengalaman lebih dari 20 tahun, juga sebagai jurnalis investigatif radio dan televisi.  Banyak karya-karyanya soal lingkungan di Indonesia. Antara lain Lost in Palm Oil (2007), Green Energy Boom – Biofuel from Indonesia (2007)  dan Tsunami Donations Used for Illegal Logging (2005) serta Pulping the People – Paper Production in Indonesia (2001).
 
Karya-karya Inge banyak menerima penghargaan. Antara lain tahun 2004 ia meraih  penghargaan Silver Carpet pada International Environmental Film Festival di Kairouan, Tunis. Di tahun yang sama di Brasil ia juga memenangkan FICA award pada 6th International Environmental Film Festival. “Greasy Loot Palm Oil from Indonesia ”, film karyanya juga menyabet penghargaan pada International Environmental Film Festival 2002 untuk kategori best journalistic work. Tahun 2000 Inge menjadi trainer jurnalisme investigatif di Jakarta dan ia bisa berbahasa Indonesia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Training Jurnalisme Investigatif  Lingkungan<br />
Jakarta, 21-25 April 2008</p>
<p>    * trainer internasional : Dale Willman (radio), Jim Simon (cetak), Inge Altemeier (tv)</p>
<p>    * ide investigasi terbaik memenangkan dana bantuan liputan</p>
<p>    * insentif bagi yang berhasil menyelesaikan liputan investigatif pasca pelatihan dalam periode waktu tertentu</p>
<p>    * deadline aplikasi : 7 Maret 2008  </p>
<p>Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) kembali menyelenggarakan Training Jurnalisme Investigatif kali ini khusus bertema lingkungan hidup.</p>
<p>Para trainer internasional berpengalaman di bidang investigasi lingkungan hidup akan langsung membimbing peserta dalam  training di Jakarta tanggal 21 – 25 April 2008. Mereka adalah Dale A Willman (radio), Jim Simon (cetak), Inge Altemeier (tv). Melalui diskusi, simulai dan praktek trainer akan membantu setiap peserta dalam menajamkan ide liputan investigatif bidang lingkungan hidup yang diajukan peserta.</p>
<p>Tujuan akhir dari pelatihan adalah membuat peserta memiliki rencana dan persiapan matang untuk melakukan liputan investigatifnya sekembali ke media masing-masing.</p>
<p>PPMN akan memberikan insentif khusus bagi jurnalis yang berhasil menyelesaikan liputan investigatif setelah pelatihan dalam periode waktu tertentu.</p>
<p>Peserta adalah jurnalis Indonesia yang bekerja full time/free lance dari media cetak/online, tv dan radio berpengalaman minimal 3 tahun.</p>
<p>Kirimkan lamaran dengan syarat-syarat sebagai berikut ;</p>
<p>-          cv / biodata<br />
-          surat referensi (min. 2 buah)<br />
-          copy contoh-contoh karya jurnalistik<br />
-          ide rencana peliputan investigatif yang akan dikerjakan setelah training</p>
<p>Biaya training *) :  Rp 500.000</p>
<p>Kirimkan syarat-syarat pendaftaran ke Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara, Jl. Utan Kayu 68H Jakarta Timur 13120 atau e-mail : info.ppmn@yahoo. com paling lambat tanggal 7 Maret 2008  </p>
<p>Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (Indonesian Association for Media Development) adalah lembaga yang menjalankan program-program nonprofit untuk pengembangan profesionalisme media dan perluasan akses informasi di Indonesia dan kawasan Asia.  Informasi : Vera/Cecil : 021-68594538, 021-98279935.</p>
<p>Panitia menanggung biaya akomodasi dan transportasi peserta.</p>
<p>*) Tersedia 4 bea siswa untuk peserta  yang keberatan terhadap biaya training.<br />
Lampirkan surat permohonan bea siswa bersama lamaran yang dikirim.</p>
<p>Sekilas tentang para trainer :</p>
<p>Dale Willman<br />
Dale Willman berpengalaman 30 tahun sebagai jurnalis. Sepuluh tahun di antaranya ia bekerja pada National Public Radio Washington D.C. dan memperoleh Peabody Award.   Saat bekerja di CNN Radio liputan investigatifnya “Broadway’s Dirty Little Secret” menyabet penghargaan Edward R Murrow. Laporan yang dimuat berseri ini bercerita tentang masalah lingkungan yang ditimbulkan dari pertunjukan Broadway Walt Disney,  Beauty and the Beast. Dale juga tercatat sebagai satu-satunya wartawan lingkungan di sepanjang sejarah CNN Radio.</p>
<p>Dale banyak memberi kuliah tentang jurnalisme lingkungan. Pernah memberikan pelatihan jurnalisme lingkungan di Belize, Thailand dan Bolivia. Ia juga mendirikan dan mengelola situs jurnalisme lingkungan <a href="http://www.fieldnotes" rel="nofollow">http://www.fieldnotes</a>. tv untuk mendukung para jurnalis meliput isu-isu lingkungan.  Dale menjadi pengurus sejumlah organisasi jurnalis lingkungan dan anggota Society of Environmental Journalist.</p>
<p>Jim Simon<br />
Jim Simon bekerja lebih dari 20 tahun sebagai jurnalis di Seattle Times, salah satu koran daerah terbesar di Amerika. Jabatannya kini adalah wakil pemimpin redaksi  membawahi 55 reporter dan 12 editor. Selama karirnya sebagai reporter lingkungan ia menulis berbagai kasus  mulai dari pembalakan liar sampai satwa langka yang terancam hingga soal dampak lingkungan perburuan paus secara tradisional.</p>
<p>Beberapa kali Jim menjadi trainer pada pelatihan jurnalisme lingkungan dan soal etik di berbagai kota di Indonesia. Pernah memberi kuliah di Universitas Padjajaran soal in-depth report bertema lingkungan dan kesehatan. Juga memberi kuliah jurnalistik di sejumlah universitas Amerika.</p>
<p>Karya jurnalistik Jim Simon dua kali masuk nominasi Pulitzer Prize tahun 1990 dan 1998. Prestasinya yang lain adalah menjadi co winner National Press Club dan Scripps Howard National Journalism awards untuk liputan bidang lingkungan tahun 1999 dan memenangkan John B Oakes award setahun sebelumnya juga untuk liputan bertema lingkungan.</p>
<p>Inge Altemeier<br />
Inge Altemeier tinggal di Jerman. Dia dikenal sebagai produser yang berpengalaman lebih dari 20 tahun, juga sebagai jurnalis investigatif radio dan televisi.  Banyak karya-karyanya soal lingkungan di Indonesia. Antara lain Lost in Palm Oil (2007), Green Energy Boom – Biofuel from Indonesia (2007)  dan Tsunami Donations Used for Illegal Logging (2005) serta Pulping the People – Paper Production in Indonesia (2001).</p>
<p>Karya-karya Inge banyak menerima penghargaan. Antara lain tahun 2004 ia meraih  penghargaan Silver Carpet pada International Environmental Film Festival di Kairouan, Tunis. Di tahun yang sama di Brasil ia juga memenangkan FICA award pada 6th International Environmental Film Festival. “Greasy Loot Palm Oil from Indonesia ”, film karyanya juga menyabet penghargaan pada International Environmental Film Festival 2002 untuk kategori best journalistic work. Tahun 2000 Inge menjadi trainer jurnalisme investigatif di Jakarta dan ia bisa berbahasa Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
