Oleh : IGG Maha Adi

___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: interaksi antarkomponen lingkungan.
• Dampak lingkungan yang merupakan isu sosial, ditulis dalam rubrik lingkungan.

Sikap Dasar Wartawan Lingkungan
Dalam interaksi antarkomponen lingkungan (hayati & non hayati), wartawan “memihak” kepada proses-proses yang meminimalkan dampak negatif kerusakan lingkungan hidup. Oleh sebab itu, wartawan lingkungan perlu menumbuhkan sikap:

• Pro Keberlanjutan: Lingkungan Hidup yang mampu mendukung kehidupan berkelanjutan, kondisi lingkungan hidup yang dapat dinikmati oleh generasi sekarang tanpa mengurangi kesempatan generasi mendatang
• Biosentris: Kesetaraan spesies, mengakui bahwa setiap spesies memiliki hak terhadap ruang hidup, sehingga perubahan lingkungan hidup (pembangunan) harus memperhatikan dan mempertimbangkan keunikan setiap spesies dan sistem-sistem di dalamnya.
• Pro Keadilan Lingkungan: Berpihak pada kaum yang lemah, agar mendapatkan akses setara terhadap lingkungan yang bersih, sehat dan dapat terhindar dari dampak negatif kerusakan lingkungan.
• Profesional: Memahami materi dan isu-isu lingkungan hidup, menjalankan kaidah-kaidah jurnalistik, menghormati etika profesi, dan menaati hukum.

I. Tantangan Jurnalistik Lingkungan Hidup
• Tingginya Laju kerusakan lingkungan: Kebijakan ekonomi dan politik pemerintah dari pusat hingga ke daerah (eksploitasi sumberdaya alam, deplesi keanekaragaman hayati, turunnya daya dukung lingkungan hidup, pertambahan penduduk, kemiskinan, rendahnya alternatif pendapatan penduduk, dll), aktivitas masyarakat yang merusak lingkungan hidup.
• Profesionalisme: lihat bagian Profesional
• Jurnalisme Positif: Berita tentang berbagai keberhasilan dalam pengelolaan lingkungan hidup untuk memberikan harapan adanya perubahan kepada publik.

II. Kiat Menulis Masalah Lingkungan Hidup
• Mendefinisikan Berita Lingkungan: Pembahasan yang mendalam sebaiknya difokuskan pada interaksi antarkomponen lingkungan (hayati dan non hayati). Dampak dari interaksi tersebut biasanya kompleks dan menyentuh isu-isu di bidang lain.
Tips:
 Redaksi mendefinisikan berita lingkungan (editorial policy)
• Populerkan Masalahnya: Gunakan peristilahan yang tepat dan pengalihan gagasan/konsep yang populer, sehingga dimengerti oleh pembaca/pemirsa
Tips:
 Berhati-hati terhadap penerjemahan istilah asing,dan
meminta pertimbangan para pakar.
 Istilah-istilah ilmiah [nama spesies, zat kimia, Dll]
harus ditulis dengan kesepakatan dari komunitas ybs
 Menyusun style book [sikap kebahasaan]

• Mendekatkan Persoalan: Jadikan masalah itu sebagai masalah lingkungan di tingkat lokal dan tingkat pengaruhnya.
Tips:
 Kandungan lokal biasanya disajikan dalam sidebar/box sebagai tambahan artikel utama, “dibuang sayang.”
• Tampilkan Drama: Reportase, drama tentang manusia selalu merupakan cerita paling menarik dan tidak pernah kering.
Tips:
 Meletakkan manusia sebagai pusat berita
 Carilah kisah yang paling dramatis
• Driven by Design: Desain adalah salahsatu kunci sukses pemberitaan di media cetak. Gunakan foto, gambar,dan ilustrasi untuk menarik perhatian pembaca/pemirsa terhadap berita.
Tips:
 Tampilkan foto manusia dengan lingkungannya
 Sesekali tampilkan esei foto yang dramatis
• Verifikasi Berlapis: Bahan pustaka, riset, narasumber/para pakar.
Tips:
 Susunlah daftar buku, jurnal, laporan, website, atau daftar nama narasumber dan para pakar sebagai rujukan
 Perbarui informasi secara berkala melalui media massa, internet, dll
 Perbaiki kualitas penulisan melalui pendidikan & pelatihan
 Buku rujukan selalu tersedia di ruang kerja (*)

 

About Greenpress

Green Press adalah organisasi profesi wartawan lingkungan yang didirikan pada tanggal 3 Oktober 2004

3 responses »

  1. Tonggie mengatakan:

    makasih banyak untuk artikel ini. Kira-kira ada yang tahu gak yah. apa yang menjadi indikator suatu tulisan disebut memenuhi syarat jurnalisme lingkungan. Kebetulan saat ini aku sedang nyusun skripsi tentang jurnalisme lingkungan dan kesulitan cari data tentang teknis jurnalisme lingkungan. Mohon bantuannya. Terima kasih…

    tonggie
    theo_ra@yahoo.com

  2. Rina Puji Astuti mengatakan:

    saya mhs S2 Komunikasi UGM, saat ini sedang membuat tesis mengenai jurnalisme lingkungan..mohon bantuannya untuk referensi..pastinya blog ini sangat membantu saya^_^…
    semangat hijau!!!

  3. […] Dalam interaksi antarkomponen lingkungan, wartawan diharapkan harus “memihak” kepada proses-proses yang meminimalkan dampak negatif kerusakan lingkungan hidup. Oleh sebab itu, menurut IGG Maha Adi (2008) wartawan lingkungan perlu menumbuhkan sikap (Lihat LINK INI): […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s