Dalam setahun, menurut dia, mereka membutuhkan 16 juta meter kubik kayu untuk membuat 2 juta ton bubur kertas.
Jakarta, Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Riau Johny S. Mundung kemarin bersaksi dalam sidang gugatan perdata oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) terhadap Koran Tempo. Ia menilai berita Koran Tempo tentang pembalakan liar di Riau benar adanya. “Dari citra satelit, luas hutan di sana dari 9,2 juta hektare sekarang tinggal 1,2 juta hektare,” ujar Johny di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Johny mengatakan pembalakan liar diduga melibatkan dua perusahaan bubur kertas dan anak usahanya di Riau. Dalam setahun, menurut dia, mereka membutuhkan 16 juta meter kubik kayu untuk membuat 2 juta ton bubur kertas.

RAPP menggugat Koran Tempo sebesar Rp 1 miliar karena merasa dirugikan oleh pemberitaan koran ini. Pemberitaan yang dipermasalahkan perusahaan kayu milik pengusaha Sukanto Tanoto itu adalah “Pertikaian Menteri Kaban dengan Polisi Memanas” (edisi 6 Juli 2007), “Polisi Bidik Sukanto Tanoto” (edisi 12 Juli 2007), dan “Kasus Pembalakan Liar di Riau, Lima Bupati Diduga Terlibat” (terbitan 13 Juli 2007).

Di persidangan itu Johny lalu menunjukkan data pembalakan liar di Riau. Dia juga memperlihatkan rekaman video yang menggambarkan tumpukan kayu yang diduga hasil illegal logging dan operasi pemberantasan pembalakan liar oleh kepolisian Riau.

Menurut Johny, polisi tengah menyidik kasus pembalakan liar yang diduga melibatkan perusahaan-perusahaan itu. “Ada 25 perusahaan yang sedang disidik kepolisian Riau,” ujarnya. Perusahaan yang tengah disidik polisi antara lain anak usaha RAPP.

Perihal pemberitaan di Koran Tempo, Johny mengakui dihubungi wartawan Koran Tempo. Menurut dia, pemberitaan sejenis juga dilakukan media massa lain di Riau.

Adapun kuasa hukum RAPP, Hinca I.P. Panjaitan, memprotes kesaksian Johny. “Sidang ini untuk kasus perbuatan melawan hukum dalam pemberitaan, bukan masalah kerusakan hutan di Riau,” ujarnya. Dalam sidang itu pihak kuasa hukum RAPP tidak menggunakan kesempatan bertanya kepada saksi. Dia hanya meminta keberatan pihak RAPP itu dicatat oleh hakim.

Sebelum sidang dimulai, Komite Anti-Penghancuran Hutan Indonesia sempat berdemo di depan pengadilan. Mereka meminta majelis hakim yang diketuai Eddy Risdiyanto menolak gugatan tersebut. Komite yang beranggotakan Aliansi Jurnalis Independen, Walhi, dan Green Press itu menggelar orasi dan membentangkan spanduk serta poster yang isinya mengecam pembalakan liar di Riau.Sukma | Sutarto

Sumber : http://www.korantempo.com/korantempo/2008/05/07/headline/krn,20080507,15.id.html

About Greenpress

Green Press adalah organisasi profesi wartawan lingkungan yang didirikan pada tanggal 3 Oktober 2004

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s