Bandarlampung – Sebanyak empat orang crew TV ANTARA (ANTARA TV News milik LKBN ANTARA) dari Jakarta, selama beberapa hari sejak Sabtu (13/9) akhir pekan lalu, berada di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), di Kabupaten Lampung Timur (Lamtim), antara lain untuk mengekspose potensi wisata alam dan daya tarik wisata salah satu hutan hujan tropis tersisa dalam taman nasional di Provinsi Lampung itu.


Menurut Kepala Balai TNWK, MZ Hudiyono, di Way Kambas, Senin, pihaknya terbuka untuk kunjungan liputan media massa seperti itu, dan siap membantu kelancaran mereka.

Crew TV ANTARA itu, yang menginap di TNWK, akan merekam flora dan fauna serta potensi hutan seluas 125.621,30 ha yang memiliki sejumlah spesies langka dan dilindungi di dunia.

Di hutan itu, terdapat habitat alami sejumlah mamalia besar langka di dunia, seperti harimau, badak, dan gajah liar.

Dalam beberapa tahun terakhir, menurut beberapa lembaga penelitian dan LSM di TNWK, tingkat populasi badak sumatera bercula dua (Dicerorhinus sumatrensis) mengalami peningkatan sehingga diperkirakan terdapat 40-60 ekor.

Kasus pidana penebangan pohon, perambahan hutan, pembakaran lahan, dan pencurian hasil hutan serta perburuan liar di TNWK dalam lima tahun terakhir juga mengalami penurunan.

Di TNWK terdapat Suaka Rhino Sumatera (SRS) atau pusat penyelamatan dan penangkaran badak dunia yang didukung sejumlah lembaga internasional, termasuk berhasil mendatangkan beberapa ekor badak asal Sumatera yang telah berada di sejumlah kebun binatang luar negeri, untuk dikembalikan dan dibiakkan lagi secara semi-alami di hutan itu pada areal khusus seluas 100 ha.

Salah satu satwa endemik eksotis di hutan itu, adalah itik rimba (Cairina scutulata) yang hidup di rawa-rawa setempat dan merupakan itik lokal hidup alami di hutan ini.

Sebanyak 61 ekor gajah jinak terdidik dan terlatih juga berada di area pemanfaatan pinggir hutan TNWK (Plang Ijo) di Pusat Latihan Gajah (PLG) Way Kambas, sebagai salah satu objek wisata andalan Provinsi Lampung.

TNWK dengan PLG dan objek wisata alam di dalamnya, merupakan salah satu dari tiga objek wisata unggulan yang menjadi “segitiga emas” (golden triangle) pariwisata Lampung, yaitu kawasan sekitar cagar alam laut Anak Krakatau di Selat Sunda (Lampung Selatan), kawasan wisata sekitar hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) termasuk Danau Ranau di Kabupaten Lampung Barat, dan TNWK beserta PLG Way Kambas di TNWK, Lampung Timur.

Provinsi Lampung memiliki dua kawasan hutan taman nasional, yaitu TNWK dan TN Bukit Barisan Selatan.

Kepala Balai TNWK, MZ Hudiyono menyatakan, sangat mendukung liputan TV ANTARA maupun media massa lainnya di TNWK, apalagi yang bertujuan membantu mengekspose potensi yang dimiliki kawasan hutan yang harus tetap dilestarikan dan dilindungi flora dan fauna serta kekayaan alam hayati di dalamnya, namun diharapkan juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah Lampung itu.(Ant)

About Greenpress

Green Press adalah organisasi profesi wartawan lingkungan yang didirikan pada tanggal 3 Oktober 2004

One response »

  1. bagaimana bisa bercabung di GP. saya berdomisili di makassar,kendari,buton dan wakatobi.lulusan sarjana ilmu kelautan s1, tahun 2008. konsentrasi konservasi dan pengelolaan pesisir. 081355964008.trimakasih atas info n kerjasamannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s